Postingan

puisi

Gambar
LIRIH SEPATU TUA   Karya: Melani Margaritha Sau Derap langkah kian ayal Tertatih-tatih susuri lembah kelam Menyisir gelapnya kodrat diri Seiring hembusan nafasnya, mendesah pedih Goresan duri kian menancap Pada keriput   kulit tubuh Pucat, sobek tak berdarah Meringis tertahan pada satu pijakan Cokelat pudar warna kian usang Termakan usia senja Berdiriku bersamamu Lelap akhirku ingin tetap bersamamu.. Kefamenanu, 19 Juni 2018   puisimelani

Puisi dan kamut ala Melan Sau di blogger

“Penantian Yang Tak Pasti” Disudut kota yang ramai Di tengah kebisingan dunia Aku terkapar tak berdaya Dalam kegundahan hatiku Aku mencoba bangkit dari semua ini Mencoba menerima kenyataan Mencoba mengikhlaskan hal ini Mencoba tuk tetap menahan rasaku untukmu Aku sadar memang inilah yang sebenarnya terjadi Saat hati kita mulai padu dalam gejolak cinta Saat kita mulai menyayangi satu sama lain Saat kita berjuang menapaki kehidupan asmara bersama                                                 Akupun sadar bahwa di balik semua itu, inilah yang harus terjadi Hal yang tak ku inginkan tuk terjadi Saat kita di pisahkan Saat kita harus menerima jarak yang di titahkan Air mataku menetes perlahan Pikirku tak terarah Hatiku ...