Puisi dan kamut ala Melan Sau di blogger
“Penantian Yang Tak Pasti”
Disudut kota yang ramai
Di tengah kebisingan dunia
Aku terkapar tak berdaya
Dalam kegundahan hatiku
Aku mencoba bangkit dari semua ini
Mencoba menerima kenyataan
Mencoba mengikhlaskan hal ini
Mencoba tuk tetap menahan rasaku
untukmu
Aku sadar memang inilah yang sebenarnya terjadi
Saat hati kita mulai padu dalam gejolak cinta
Saat kita mulai menyayangi satu sama lain
Saat kita berjuang menapaki kehidupan
asmara bersama
Akupun sadar bahwa di balik semua
itu, inilah yang harus terjadi
Hal yang tak ku inginkan tuk terjadi
Saat kita di pisahkan
Saat kita harus menerima jarak yang
di titahkan
Air mataku menetes perlahan
Pikirku tak terarah
Hatiku pilu, jiwaku hampa
Aku terluka
Tak lama jua deraian air mata ini
mengucur
Seberkas cahaya harapan kembali
terbesit dalam benakku
Aku terdiam dalam kehampaan ini
Hingga akhirnya ku temui sebuah kata
tulus dari hatiku
Yakni “Menanti”
Aku akan selalu menantimu
Sampai kapanpun walau hingga batas masaku di dunia ini
Karena ku yakin
Kau akan kembali bersamaku. . .
By : Melani Margaritha
Sau
“Kenangan Itu”
Dalam keremangan senja ini
Ditaburi butiran air hujan
Ditemani sesaknya udara
Aku terdiam lesu
Pikirku entah kemana
Tak jua ku tau arahnya
Hingga akhirnya ku temui bayangmu dalam hayalku
Seakan rindu pun mengharuskanku untuk bernostalgia
Deraian air hujan yang terus mengucur
Membuatku kembali terlelap dalam
buaian hayalku
Pikiranku terus terpacu tuk
mengingatmu
Mengingat kenangan yang indah, kisah
kita
Kenangan itu
Kenangan kita berdua
Saat kau rela
menjemputku di tengah derasnya cucuran hujan
Saat kau sendiri tak
memperdulikan dirimu yang tengah di landa sakit
Dipayungi sebuah helm usang
Berdayung motor antik
Kau datang dengan penuh cemas padaku
Kau terlihat pucat saat itu…
Namun kau tak peduli
Secara perlahan kau memegang tanganku
Berusaha meyakinkanku perihal keadaanmu
Ku tersenyum bahagia
walau derasnya air hujan terus mendera
Kau pun tersenyum manis
Tak lama jua khayalku bertepi
Air mata tak terasa telah menetes
Akh. . . Wajahku kembali tersenyum
Hatiku berbisik: Aku merindukanmu
By: Melani M. Sau
(kenangan tanggal 12
Desember 2012)
Keindahan itu adalah kamu. . .
Begitu banyak warnamu yang
tergurat dalam kanvas hidupku. . . Berbingkai dengan ukiran rindu. . .
Tak ingin lepas ku memandangmu. .
.
|
Kalau kamu terseyum karena ‘CINTA’,,,
Jangan lupa saat kamu menangis karena
‘CINTA’,,,
‘CINTA’ mengajarkan seseorang untuk
mengerti dan memahami arti hidup. . .
‘CINTA’ itu menerima bukan memilih. . .
Sebab CINTA itu saling memaafkan. . .
.bukan saling membenci. . .
Jadi hargailah CINTA bukan dari fisik tapi
dari hati juga. .
Jangan pernah mencintai seseorang karena
kesempurnaan tapi buatlah Ia sempurna dengan CINTA yang kamu berikan. . .
|
Komentar
Posting Komentar